
Keterangan Gambar : Sugiat Santoso memberikan keterangan terkait kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Eropa yang dinilai sebagai strategi menjaga keseimbangan geopolitik dan memperkuat kepentingan nasional Indonesia.
WARTALIJTASBATAS.MY.ID,Jakarta – Partai Gerindra menegaskan bahwa rangkaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah negara Eropa bukan sekadar agenda seremonial ataupun pemborosan anggaran negara. Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyebut langkah Presiden Prabowo ke Prancis, Austria, dan Hungaria merupakan strategi besar untuk menjaga keseimbangan geopolitik Indonesia sekaligus memperkuat posisi ekonomi nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Menurut Sugiat, kritik yang menilai perjalanan luar negeri Presiden hanya dari sisi biaya operasional menunjukkan cara pandang yang terlalu sempit. Ia menegaskan, Presiden Prabowo saat ini tengah menjalankan diplomasi ofensif untuk mengamankan kepentingan nasional, mulai dari investasi hilirisasi nikel, penguatan kerja sama teknologi pertahanan, hingga memperluas pengaruh strategis Indonesia di kawasan internasional. “Indonesia tidak sedang meminta bantuan, tetapi hadir sebagai negara pemilik komoditas strategis dunia,” kata Sugiat dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (28/5/2026).
Gerindra menilai kunjungan ke Prancis memiliki nilai strategis karena negara tersebut dikenal sebagai salah satu kekuatan militer dan teknologi terbesar di Eropa Barat. Hubungan diplomatik yang intens dinilai penting untuk membuka peluang transfer teknologi pertahanan serta memperkuat sistem keamanan nasional Indonesia. Di sisi lain, Austria dipandang sebagai pusat industri manufaktur presisi Eropa, sementara Hungaria disebut menjadi salah satu poros utama pengembangan industri baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Uni Eropa.
Sugiat menekankan bahwa Indonesia saat ini memiliki posisi tawar tinggi karena menguasai sekitar 65 persen cadangan nikel dunia, komoditas utama dalam industri baterai kendaraan listrik. Momentum global menuju energi hijau, kata dia, harus dimanfaatkan secara cepat sebelum teknologi baterai beralih ke material non-nikel. Karena itu, kunjungan maraton Presiden Prabowo ke Paris, Wina, dan Budapest dinilai sebagai langkah strategis untuk mengunci investasi hilirisasi dan memperkuat rantai pasok industri masa depan Indonesia.
Selain kepentingan ekonomi, Gerindra juga menilai diplomasi Presiden Prabowo bertujuan menjaga kedaulatan nasional di tengah dinamika geopolitik dunia. Sugiat menyebut pendekatan politik luar negeri bebas aktif yang dijalankan Presiden tidak memihak blok kekuatan tertentu, baik Amerika Serikat maupun China, melainkan mengutamakan kepentingan rakyat Indonesia melalui keseimbangan hubungan internasional atau hedging geopolitik.
“Presiden Prabowo sedang bertarung di panggung global untuk menaikkan kelas Indonesia menjadi negara yang kuat secara ekonomi, mandiri dalam pertahanan, dan disegani dunia internasional. Hasil diplomasi ini tidak bisa diukur dalam hitungan minggu, tetapi menjadi investasi strategis jangka panjang bagi masa depan bangsa,” tegas Sugiat.(WLB/ REL)











LEAVE A REPLY