Home News Pelindo Regional 1 Peringati Hari Kartini 2026, Perkuat Peran Perempuan di Sektor Maritim.

Pelindo Regional 1 Peringati Hari Kartini 2026, Perkuat Peran Perempuan di Sektor Maritim.

4
0
SHARE
Pelindo Regional 1 Peringati Hari Kartini 2026, Perkuat Peran Perempuan di Sektor Maritim.

WARTALINTASBATAS.MY.ID, MEDAN – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 1 memperingati Hari Kartini 2026 sebagai momentum strategis untuk mendorong peran perempuan dalam mendukung kemajuan sektor maritim dan logistik nasional. Peringatan ini mengusung semangat emansipasi yang diwariskan Raden Ajeng Kartini melalui tema “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Executive Director 1 Pelindo Regional 1, Jonedi Ramli, menegaskan bahwa Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi penting atas kontribusi perempuan di berbagai lini industri. Menurutnya, sektor kepelabuhanan yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki kini membutuhkan peran perempuan sebagai bagian dari transformasi menuju industri yang lebih modern dan inklusif.

Hal senada disampaikan Manajer Hukum dan Humas Pelindo Regional 1, Fadillah Haryono. Ia menyebut bahwa peringatan Hari Kartini menjadi momentum reflektif untuk terus mendorong kesetaraan gender di lingkungan kerja. Perjuangan Kartini, kata dia, telah membuka akses luas bagi perempuan, terutama dalam bidang pendidikan dan profesionalitas.

“Perempuan hebat terus menginspirasi melalui capaian dan prestasi yang ditorehkan. Semangat Kartini harus menjadi energi kolektif untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil, setara, dan berdaya saing,” ujar Fadillah.

Pelindo Regional 1 menegaskan komitmennya dalam menciptakan ekosistem kerja yang inklusif melalui berbagai program pengembangan sumber daya manusia. Upaya tersebut meliputi peningkatan kompetensi, penguatan kepemimpinan perempuan, serta pemberian ruang yang setara dalam pengambilan keputusan strategis di perusahaan.

Peringatan Hari Kartini 2026 ini juga menjadi refleksi atas peran strategis perempuan di lingkungan Pelindo, baik dalam operasional pelabuhan, manajemen, maupun fungsi pendukung lainnya. Dengan profesionalisme dan perspektif yang beragam, perempuan dinilai mampu menjadi motor penggerak transformasi perusahaan menuju layanan kepelabuhanan yang berdaya saing global serta memperkuat konektivitas logistik nasional.(WLB/ REL)