Home Pendidikan BPIP dan Komisi XIII DPR RI Perkuat Ideologi Bangsa, Mahasiswa USU Didorong Jadi Relawan Kebajikan P

BPIP dan Komisi XIII DPR RI Perkuat Ideologi Bangsa, Mahasiswa USU Didorong Jadi Relawan Kebajikan P

Kolaborasi BPIP, Komisi XIII DPR RI, dan FISIP USU memperkuat karakter kebangsaan melalui literasi digital, nilai persatuan, serta penguatan peran mahasiswa sebagai agen perubahan.

179
0
SHARE
BPIP dan Komisi XIII DPR RI Perkuat Ideologi Bangsa, Mahasiswa USU Didorong Jadi Relawan Kebajikan P

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dr. H. Sugiat Santoso, bersama narasumber, pimpinan FISIP Universitas Sumatera Utara (USU), dan para mahasiswa berfoto bersama usai kegiatan Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Kampus FISIP USU, Medan, Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila, meningkatkan literasi digital, serta mendorong lahirnya generasi muda sebagai agen persatuan dan kebhinekaan di Indonesia.

WARTALINTASBATAS.MY.ID I MEDAN – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Komisi XIII DPR RI menggelar kegiatan Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan era digital, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki karakter kebangsaan, semangat persatuan, dan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kegiatan dibuka oleh Dekan FISIP USU, Dr. Hatta Ridho, yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BPIP dan Komisi XIII DPR RI menjadikan FISIP USU sebagai mitra strategis dalam penguatan ideologi Pancasila. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta mampu menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dr. H. Sugiat Santoso, menegaskan bahwa penguatan ideologi Pancasila harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen bangsa, terutama mahasiswa sebagai generasi penerus. Ia mengingatkan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak hanya berasal dari persoalan ekonomi dan politik, tetapi juga derasnya arus informasi, penyebaran hoaks, polarisasi sosial, hingga masuknya paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Karena itu, mahasiswa diharapkan menjadi pelopor dalam menyebarkan semangat persatuan, toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air, baik di lingkungan kampus maupun di ruang digital.

Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan BPIP. Munzaimah Masril, dosen Ilmu Komunikasi FISIP USU, memaparkan pentingnya internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam bermedia sosial melalui etika digital dan penyebaran konten positif. Sementara Mia Lubis, dosen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU, menjelaskan bahwa nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan gotong royong merupakan fondasi utama dalam membangun kesejahteraan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.

Pada kesempatan yang sama, Fuad Himawan, Direktur Penyusunan Rekomendasi Kebijakan dan Regulasi BPIP, memaparkan strategi BPIP dalam memperkuat implementasi Pancasila melalui penyusunan kebijakan, rekomendasi regulasi, serta kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, penguatan ideologi Pancasila tidak cukup berhenti pada tataran teori, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman dan memperkokoh persatuan bangsa.

Melalui kegiatan ini, BPIP bersama Komisi XIII DPR RI berharap lahir semakin banyak Relawan Kebajikan Pancasila yang mampu menjadi agen perubahan di berbagai daerah. Para relawan diharapkan menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai persatuan, toleransi, kebhinekaan, dan semangat gotong royong, sehingga Pancasila tetap menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara serta mampu memperkuat ketahanan nasional di era globalisasi dan transformasi digital.(WLB/ REL)