Home News Medan Tancap Gas Jadi Pilot Project BRT Nasional, Rico Waas Genjot 183 Bus hingga Target Operasi 202

Medan Tancap Gas Jadi Pilot Project BRT Nasional, Rico Waas Genjot 183 Bus hingga Target Operasi 202

53
0
SHARE
Medan Tancap Gas Jadi Pilot Project BRT Nasional, Rico Waas Genjot 183 Bus hingga Target Operasi 202

Keterangan Gambar : Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin pertemuan bersama jajaran Kementerian Perhubungan RI dan perwakilan World Bank di Balai Kota Medan, membahas percepatan implementasi proyek Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang sebagai pilot project nasional, Selasa (5/5/2026).

WARTALINTASBATAS.MY.ID, MEDAN – Kota Medan resmi masuk radar proyek strategis nasional sebagai pilot project Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, langsung “tancap gas” mempercepat implementasi guna menghadirkan sistem transportasi massal modern yang terintegrasi dan efisien.

Langkah percepatan itu ditegaskan dalam rapat bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI dan perwakilan World Bank di Balai Kota Medan, Selasa (5/5/2026). Rico Waas menegaskan proyek ini bukan sekadar wacana, melainkan solusi konkret untuk menjawab persoalan klasik kemacetan dan mobilitas warga.

“Ini bukan sekadar rencana di atas kertas. Kami ingin memastikan Medan memiliki sistem transportasi publik yang modern, efektif, dan berpihak pada masyarakat,” tegasnya.

Untuk menopang operasional BRT, Pemko Medan menyiapkan tambahan 183 unit bus baru, melengkapi 60 armada yang telah beroperasi. Pengadaan akan dilakukan secara bertahap dengan perhitungan matang agar layanan transportasi publik dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Di sisi lain, Pemko Medan juga mengantisipasi dampak pembangunan terhadap lalu lintas. Koordinasi intensif dilakukan bersama kepolisian untuk memetakan titik rawan macet, khususnya di pusat kota, guna meminimalisir gangguan selama proses konstruksi berlangsung.

Kasubbid Angkutan Perkotaan Ditjen Perhubungan Darat, Andi Faizah Arsal, menyatakan Medan dinilai siap menjadi percontohan nasional. Ia menekankan pentingnya sinergi pusat dan daerah dalam aspek pendanaan, teknis, hingga penyelesaian proyek sesuai target.

Sementara itu, perwakilan World Bank, Nupur Gupta, optimistis proyek BRT Medan dapat rampung tepat waktu pada 2027. Ia menilai kolaborasi yang terbangun menjadi kunci keberhasilan proyek yang diharapkan menjadi model transportasi massal bagi kota-kota lain di Indonesia.

Menutup pernyataannya, Rico Waas memastikan akan turun langsung mengawal proyek tersebut. Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung penuh pembangunan BRT sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus mengurai kemacetan di Kota Medan.(WLB/ REL)